back to top
Jumat, April 4, 2025

17 Ramadhan: Jejak Wahyu, Petunjuk Sepanjang Zaman

NU Malang – Setiap tanggal 17 Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an. Nuzulul Qur’an secara harfiah berarti “turunnya Al-Qur’an,” yaitu peristiwa bersejarah yang menandai awal mula diturunkannya kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini memiliki makna yang sangat penting dalam perkembangan Islam, mengingat Al-Qur’an adalah pedoman utama bagi umat Muslim. Peringatan Nuzulul Qur’an setiap tahunnya menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk mendalami makna serta ajaran yang terkandung di dalamnya. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap dalam kurun waktu sekitar 23 tahun, sejak tahun 610 M hingga 632 M, dimulai ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Wahyu-wahyu tersebut turun dalam berbagai situasi dan kondisi yang berbeda, memberikan petunjuk bagi umat manusia sesuai dengan kebutuhannya.

Proses turunnya Al-Qur’an bermula ketika Nabi Muhammad SAW melakukan tahannuth, yaitu menyendiri untuk beribadah di Gua Hira. Saat itu, Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu pertama yang terdapat dalam Surah Al-Alaq ayat 1–5, dengan perintah “Iqra” yang berarti “Bacalah.” Perintah ini menjadi titik awal perjalanan kenabian Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam.

Perintah pertama dalam wahyu ini menekankan pentingnya membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an sebagai bagian dari keimanan. Al-Qur’an tidak hanya menjadi sumber utama ajaran Islam, tetapi juga menjadi pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, hingga muamalah. Kehadiran Al-Qur’an memberikan petunjuk serta aturan yang jelas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Qur’an biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti khataman Al-Qur’an, ceramah keagamaan, serta kegiatan sosial. Peringatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mendalami makna Al-Qur’an dan meningkatkan kedekatan umat Islam kepada Allah SWT. Dengan memperingati Nuzulul Qur’an, umat Islam diharapkan semakin termotivasi untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selain sebagai kitab suci, Al-Qur’an juga memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan budaya. Banyak ilmuwan Muslim yang terinspirasi oleh Al-Qur’an dalam mengembangkan berbagai disiplin ilmu. Dengan memahami makna dan hakikat Nuzulul Qur’an, umat Islam diharapkan dapat lebih mencintai serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, sehingga senantiasa berada di jalan yang lurus menuju kebaikan dan keselamatan.

Penulis: Muhammad Wafiq

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan