back to top
Jumat, April 4, 2025

Meniti Jalan Ilmu: Tahapan Perjuangan Santri dalam Perspektif Shorof

NUMALANG.ID, — Pondok Pesantren Hikmatul Hasanah menggelar acara muadda’ah, sebuah tradisi penutupan sebelum santri pulang untuk menikmati masa liburan. Acara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tahlil, nasihat dari para pengasuh dan asatid, hingga doa bersama. Selasa, (25/02/2025).

Salah satu nasihat inspiratif disampaikan oleh Kyai Zainul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Hikmatul Hasanah. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan santri dalam menuntut ilmu sangat bergantung pada sinergi tiga elemen utama: guru, orang tua, dan santri itu sendiri. Guru sebagai pemberi bimbingan, orang tua sebagai pemberi dukungan dan motivasi, serta santri sebagai pencari ilmu yang gigih, harus saling melengkapi agar ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat.

Kyai Zainul Arifin juga menjelaskan bahwa dalam perspektif ilmu shorof, perjalanan seorang santri dalam mencari ilmu dapat dianalogikan melalui enam tahapan berdasarkan kata kerja dalam tsulasi mujarrod:

  1. Nashara (menolong) — Pada awal perjalanan, santri mendapatkan bantuan dan bimbingan dari guru serta dukungan dari orang tua.
  2. Dharaba (memukul) — Dalam prosesnya, santri akan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang menuntut ketekunan serta pengorbanan.
  3. Fataha (membuka) — Setelah melalui ujian yang berat, Allah akan membuka pintu ilmu bagi santri.
  4. Alima (mengetahui) — Santri mulai memahami dan menguasai ilmu yang telah dipelajari secara mendalam.
  5. Hasuna (bagus) — Dengan ilmu yang telah diperoleh, santri menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat.
  6. Hasiba (menghitung) — Santri diingatkan untuk tetap menjaga ilmu dan akhlaknya karena setiap amal akan diperhitungkan.

Nasihat ini menjadi pengingat bagi para santri bahwa perjalanan menuntut ilmu bukanlah jalan yang mudah, tetapi setiap tahapan memiliki makna dan hikmah tersendiri. Acara muadda’ah ini pun tidak sekadar menjadi penutupan sebelum liburan, tetapi juga sebagai refleksi mendalam mengenai peran guru, orang tua, dan santri dalam proses pendidikan.

Dengan semangat baru, para santri diharapkan kembali ke pondok dengan tekad yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan dalam menuntut ilmu.

Pewarta: Abdul Alam Al-Khoiri

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan