back to top
Kamis, April 3, 2025

Isra’ Mi’raj: Kisah Rasulullah SAW Membawa Amanah Salat Lima Waktu

NUMALANG.ID, Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menjadi momen penting dalam sejarah Islam, yang menetapkan kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam hingga akhir zaman.

Isra Miraj terjadi dalam satu malam, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini diiringi rasa cemas Nabi terhadap reaksi umatnya yang mungkin tidak mempercayai kejadian tersebut.

Menurut Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury, Nabi Muhammad SAW ditemani Malaikat Jibril yang membawa Buraq sebagai tunggangan. Perjalanan ini membawa Nabi bertemu dengan para nabi di setiap langit, mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.

Di Sidratul Muntaha, Allah SWT memerintahkan salat sebanyak 50 kali sehari semalam. Nabi Musa AS menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Setelah beberapa kali permohonan, perintah salat dikurangi menjadi lima waktu sehari semalam. Allah SWT menjelaskan bahwa setiap salat memiliki pahala sepuluh kali lipat, setara dengan 50 salat.

Keputusan tersebut diterima Nabi Muhammad SAW meski sempat disarankan kembali meminta keringanan oleh Nabi Musa AS. “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai saya pun malu kepada-Nya,” ujar Nabi Muhammad SAW.

Hingga kini, salat lima waktu menjadi kewajiban utama umat Islam dan merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Peristiwa Isra Miraj menjadi bukti keimanan umat Islam dan mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT.

Penulis: Ali Rofik

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan