back to top
Jumat, April 4, 2025

Kreatif, PR IPNU IPPNU Mangliawan Pakis Kabupaten Malang Luncurkan Maskot Baru

numalang.id, Pakis-Proses pembuatan maskot ini memakan waktu kurang lebih selama satu bulan dengan diskusi intensif di forum pengurus dan anggota. Berbagai ide ditampung dalam forum diskusi tersebut, akhirnya disepakati desain maskot yang sekarang ini.

Peluncuran maskot Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Mangliawan disambut baik oleh Pimipinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Pakis, seluruh pengurus dan anggota banom lembaga NU setempat, bahkan pemerintah juga memberikan apresiasi serta harapan yang tinggi, menandai langkah baru dalam upaya branding maupun identitas organisasi.

Pembina ketua, rekan Firul mengatakan, ide ini bermula dari ketertarikan pengurus baru PR IPNU IPPNU Mangliawan untuk menunjukkan ciri khasnya dari wilayah Desa Mangliawan.

“Salah satu cara yang dilakukan adalah upaya branding di media sosial dengan dibuatnya sebuah maskot yang mencirikan identitas kami sebagai pelajar NU dari Mangliawan,” tuturnya

Menurutnya, nama ini menunjukkan kata yang bersumber dari icon Mangliawan atau mendit yang identik dengan hewan Hanoman.

Makna dan Filosofi Desain

Hanom dan Hanum maskot IPNU-IPPNU Mangliawan, Hanom perumpamaan dari rekan dan Hanum perumpamaan dari rekanita. Karena kita sering dalam menjalankan kerja dan amanat organisasi, maka kita mempunyai watak dan karakter yang hampir sama. Kami mempunyai jiwa pemberani untuk menghadapi rintangan dan atau persoalan dilingkungan organisasi, karena kita percaya diri untuk menemukan jalan keluar.

Maskot ini juga menunjukkan sopan santun dan akhlaq yang mulia, menanamkan kesetiaan kepada setiap anggota, Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi IPNU-IPPNU, selalu berusaha untuk rendah hati, tidak sombong, selalu waspada dan teguh pendirian agar diberikan kekuatan untuk menjaga amanat organisasi yang selalu bersyukur dan tabah atas apa yang telah di berikan kepada kami.

Foto: Pengurus dan Anggota IPNU IPPNU Mangliawan

Menurut, Adhe Ketua PR IPNU dan Lia ketua PR IPPNU Mangliawan, menambahkan keterangan bahwa sebuah organisasi yang dianalogikan sebagai bangunan, demikian selalu diperbaiki dan diperbarui sesuai kebutuhan. Sebagaimana setiap bangunan memerlukan perencanaan yang matang serta kerjasama tim yang solid, demikian juga dalam organisasi.

“Organisasi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan pasar, tetapi tetap kokoh pada prinsip-prinsip yang mendasari eksistensinya,” imbuhnya ketua pada numalang.id (02/09/24).

Dengan demikian, berangkat dari filosofi pembangunan, organisasi adalah tentang bagaimana menciptakan tempat yang tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga menjadi tempat untuk memupuk pertumbuhan, inovasi, dan pemenuhan tujuan bersama.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan